Oleh: raditex | 10/11/2008

Penulis skenario


Penulis skenario merupakan profesi yang sudah sangat familiar bagi masyarakat, apalagi bagi Anda yang termasuk doyan nongkrong di depan TV untuk menyimak sinetron-sinetron terbaru keluaran beberapa rumah produksi tertentu. Memang dewasa ini, penulis skenario lebih akrab dikenal di lingkungan sinetron, walaupun profesi ini pada dasarnya dapat ditemukan di sejumlah karya visual lainnya, sebut saja di film layar lebar.

Ingin lebih dekat mengenal profesi yang mutlak memerlukan kreativitas dan kekayaan ide ini?

Yang perlu dipahami dari profesi penulis skenario ini adalah, menulis skenario itu tidak sama dengan menulis cerpen atau novel. Dalam penulisan cerpen/ novel, si penulis dapat 100% menumpahkan ide-ide dan gagasannya, hal yang sulit dilakukan dalam pengerjaan skenario. Di mana di situ, sang penulis skenario juga diwajibkan menampung dan mengakomodir ide-ide yang datang dari produser dan sang sutradara. Hal ini yang kadang sulit untuk dipahami dan diterima oleh para penulis cerpen/ novel yang sudah punya nama, dalam debut perdana mereka sebagai seorang sript writer. Kadang mereka tersinggung ketika produser atau sutradara menginginkan perubahan dalam skenario yang dibuatnya.

Pendeknya, untuk menjadi seorang penulis skenario yang baik, idealnya adalah menjauhi sifat egois, karena pengerjaan sebuah skenario seyogyanya adalah pekerjan team yang tidak bisa dikerjakan mutlak sendirian. Mereka harus banyak mendengar dan yang pasti, menerima masukan-masukan yang berasal dari luar.

Bila kita bicara tentang perbedaan antara menulis skenario untuk film dan televisi, kita akan menyinggung durasi. Durasi untuk film umumnya antara 90 sampai dengan 120 menit, dengan jumlah halaman ketik 90 sampai dengan 120 halaman. Sedangkan untuk skenario televisi, durasi yang dibutuhkan umumnya dari 30, 60 sampai dengan 90 menit, dengan 20% waktu untuk iklan.

Bagaimana dengan persamaan yang terkandung di dalamnya? Dalam menulis skenario untuk film dan televisi, pada dasarnya penulis skenario akan bercerita melalui gambar, adegan dan dialog. Bedanya, untuk film, penulis skenario lebih leluasa untuk bercerita dengan gambar, sementara untuk televisi biasanya akan meminimalkan penceritaan melalui gambar, yang kesannya akan membuat jalan cerita menjadi lambat dan membosankan. Kalau hal ini terjadi, maka penonton dikhawatirkan akan memindahkan saluran televisi dan meninggalkan karya sang script writer tersebut.

Persyaratan menjadi seorang penulis skenario
Tentunya yang utama adalah dapat menulis skenario dengan baik, lengkap dengan teknis menulis skenario yang dapat dipelajari by experience. Selain itu, seorang penulis skenario dituntut untuk banyak membaca, banyak bergaul, menonton TV, menonton film dan surfing di internet untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Tentunya ilmu dan pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk membuat skenario yang disusun semakin berkualitas.

Mental juga diperlukan bagi Anda yang ingin menjadi penulis skenario sukses, dimana mereka idealnya dituntut untuk ulet, sabar dan mau mendengar pendapat orang lain, terutama pihak-pihak yang paling berkepentingan demi terwujudnya acara tersebut: produser dan sutradara.

Hal yang sifatnya tapi tapi tetap dibutuhkan oleh mereka yang ingin sukses terjun dalam bidang penulisan skenario adalah latihan. Untuk mendapatkan skenario yang dipandang baik tentunya tidak bisa langsung jadi, melainkan harus dengan latihan.

Panduan bagi para fresh graduate
Bagi para pemula yang ingin menjajaki bidang penulisan skenario sebagai profesi mereka, tidak ada salahnya mendatangi sejumlah rumah produksi (production house) untuk “memasarkan” hasil karya mereka. Kedatangan penulis skenario “pemula” ke beberapa rumah produksi juga dengan tujuan memperkenalkan diri sebagai seorang penulis skenario, jangan lupa dengan membawa contoh skenario yang pernah dibuat.

Selain itu, sarana internet juga bisa dijadikan alternatif cara untuk meluarkan jaringan ke industri film dan televisi, apalagi bagi mereka yang tinggal di luar Jakarta yang notabene merupakan pusat industri film dan televisi.

“Contoh terdekat adalah saya, yang berusaha menembus industri persinemaan Indonesia (televisi terutama-Red) melalui internet,” ungkap Yanto Prawoto, seorang penulis skenario yang karyanya Luv dan Anak Gudang sedang disiarkan RCTI, melalui wawancara melalui e-mail yang dilakukan CyberJob baru-baru ini.

“Perjuangan” Yanto dalam “memasarkan” karyanya adalah membuat situs web berjudul LayarKata.com, yang lalu diikuti dengan komunitas film dan televisi melalui milis (mailing list) LayarKata-Network. Adapun anggota LayarKata Network ini selain merupakan para praktisi film dan televisi, juga para mahasiswa, wartawan dan umum yang memiliki minat di bidang film.

Itu salah satu alternatif cara yang bersifat informal, selain–bila Anda cukup rajin browsing di internet–“belajar” dari internet dengan bermodalkan keyword “screenwriting”. Bila kita bicara tentang jalur formal, memasuki institut-insitut perfilman merupakan pilihan utama. Misalnya Institut Kesenian Jakarta (IKJ), yang sudah kondang dalam menelurkan nama-nama penulis skenario yang rajin menghiasi layar TV kita.

Juga bisa melalu Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPH-UI) untuk mengikuti kursus jangka pendek.

Suka-Duka Menjadi Penulis Skenario
Sebenarnya profesi penulis skenario ini cocok dilakukan oleh kaum perempuan yang mendambakan memiliki profesi yang dapat dilakukan di rumah. Karena profesi ini memiliki fleksibilitas tinggi dan dapat dikerjakan di mana saja, termasuk di rumah. Begitu pekerjaan selesai, script writer tinggal mengirimkannya lewat e-mail ke rumah-rumah produksi yang bekerja sama dengannya.

Adapun dukanya, lebih kepada soal finansial. “Dukanya kala honor datang terlambat, hahaha” aku Yanto menutup pembicaraan.

Sumber: Yanto Prawoto, penulis skenario Robin, Belahan Hati, Anak Gudang dan LUV yang semuanya ditayangkan RCTI.

Sumber gambar: oukrop.com/writing.htm


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: