Oleh: raditex | 10/11/2008

Komikus


Komik menempati ruang yang cukup istimewa di toko-toko buku besar tanah air. Sejalan dengan mewabahnya komik selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini, komik tidak lagi merupakan bacaan ‘wajib’ anak-anak di bawah usia 18 tahun. Para remaja dan dewasa pun menyukainya. Sesuai dengan perkembangannya, komik pun tidak lagi menyoal persoalan anak kecil, tapi dengan mudah kita bisa mendapatkan komik yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa.

Bicara tentang komik, otomatis akan menyentuh sisi profesionalitas orang yang bergerak di baliknya, yaitu pelukis komik atau yang kerap disebut komikus.

Latar belakang komikus tidak perlu harus selalu berasal dari sebuah institusi seni. Karena deskripsi kerjanya yang kebanyakan berhubungan dengan urusan gambar-menggambar, bakat dan kemampuan menggambar atau menuangkan ide cerita ke dalam gambar sangat dibutuhkan. Untuk mengasah kemampuan menggambar, kemampuan untuk belajar secara otodidak dapat menjadi alternatif, selain tentunya belajar secara formal bagi mereka yang masih percaya dapat mencuri ilmu-ilmu praktis dari lembaga-lembaga formal tersebut. Jangan lupa tekun dan banyak mencari referensi, supaya materi gambar tidak membosankan.

Bagi Anda yang cukup skeptis dengan profesi komikus, sebenarnya banyak keuntungan dan kesenangan yang didapat dengan menekuni profesi ini. Pertama, bagi orang yang hobi menggambar, menjadi komikus dapat mengekspresikan dirinya dalam bentuk komik, terutama komik idealis. Dengan menjadi komikus juga dapat menjadi jembatan komunitas dengan sesama komikus lain yang terkumpul dalam komunitas komikus/ penggemar komik.

Bagi Anda yang tertarik untuk menekuni profesi sebagai komikus (full time atau part time), bisa mencoba cara “gerilya” dengan menawarkan materi komik/ gambar ke sejumlah penerbit. Jalan bagi komikus memang tidak selamanya mulus, karena kebanyakan penerbit memang masih cukup skeptis dengan karya komikus yang dinilai belum punya nama, terutama komikus lokal. Maraknya kartun-kartun Jepang yang menyesaki toko-toko buku besar, dinilai para penerbit lebih mempunyai prospek dibandingkan menerbitkan karya komikus lokal.

Bila Anda lebih mencermati judul-judul komik yang beredar di pasaran, ada beberapa komik lokal yang cukup ideal untuk menjadi konsumsi bacaan bagi putra-putri Anda. Semisal komik-komik seperti Perjalanan Panjang, Tali Kasih dan Misteri Hutan Seram, yang semuanya diterbitkan oleh penerbit Mizan. Adapun komik-komik ini diproduksi oleh CV Studio Bajing Loncat, yang berlokasi di Bandung.

Bagi perusahaan yang berorientasi kuat pada penerbitan komik, cara kerja para komikusnya mengadopsi para komikus di Amerika, di mana sistem kerjanya secara tim yang terdiri dari penulis cerita, ilustrasi dan colorist yang mewarna gambar di komputer. Karena sistem kerja tim yang seperti ini, jadwal dan target kerja menjadi hal yang penting supaya tim dapat bekerja dengan baik.

Bagaimana dengan target pekerjaan? Para komikus juga ditetapkan target yang telah ditetapkan oleh penerbit. Hal ini berhubungan erat dengan good relationship yang akan terjalin dengan para penerbit dan pembaca yang telah menjadi pembaca setiap komik-komik terbitan mereka.

Mengenai pendapatan, memang tidak bisa menggantungkan hidup seluruhnya pada penghasilan seorang komikus. Karena kisaran gaji untuk seorang komikus full time, masih berkisar pada angka 500 ribu sampai dengan 1 juta rupiah. Memang tergolong kecil untuk ukuran kota Jakarta.

Coba kita bandingkan dengan komikus Jepang yang di negara asalnya tergolong profesi cukup makmur. Untuk satu buku yang laku keras di pasaran, seorang komikus Jepang dapat membeli motor dari royalti buku tersebut.

Nah, sekarang tertarikkah Anda untuk menjajal profesi ini?

Sumber gamabr: www.lunarmedia.net/


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: