Oleh: raditex | 10/11/2008

Ilustrator Naskah


Terdapat sejumlah profesi yang sebenarnya tampak jelas di depan mata masyarakat, tapi kehadirannya seperti terlupakan, kalau tidak mau dikatakan “tak terlihat”. Ilustrator, yang bagi kebanyakan orang sering disalah artikan sebagai sekedar “juru gambar”, adalah salah satu diantaranya. Artinya, keberadaan karya seorang ilustrator biasanya cukup akrab dengan masyarakat alias dapat dilihat dengan mudah. Hanya saja, kehadirannya sering tidak disadari karena tertutup hal-hal yang lebih mencolok di sekitarnya.

Ilustrator tidak sama dengan sekedar “juru gambar”. Ilustrator bekerja untuk sebuah karya cetak, dengan konsep kerja membuat ilustrasi/ visualisasi semenarik mungkin untuk suatu tulisan/ naskah.

Sekarang mari kita pilah-pilah sejenak ragam rupa sang ilustrator ini. Dengan berpegangan pada pemahaman awam terhadap sejumlah karya cetak, kita mengenal ilustrator yang bekerja untuk sebuah penerbitan tertentu, sebutlah majalah atau surat kabar. Mereka membantu memberikan kesan yang lebih mendalam terhadap suatu tulisan (berita, feature, cerita pendek atau cerita bersambung). Ada juga ilustrator yang bekerja untuk melengkapi sebuah buku atau novel–biasanya buku atau novel untuk anak-anak.

Berikut adalah tugas-tugas dan persyaratan ideal seorang ilustrator:
1. Harus bisa menangkap ide tulisan yang akan divisualisasikan. Untuk mampu menemukan tema gambar yang akan divisualisasikan, sebelumnya ilustrator harus tahu tema tulisan.

2. Setelah mengetahui tema tulisan dan menemukan ide tulisan yang akan divisualisasikan, ilustrator akan menuangkannya dalam bentuk gambar.

3. Harus memiliki wawasan yang cukup luas, dimana pengetahuan tersebut akan digunakannya untuk menuangkan ide-ide tulisan ke dalam bentuk visual. Kita ambil contoh seorang ilustrator untuk sebuah cerpen berjudul “Sebuah Senja di Yogyakarta”. Bila sang ilustrator ingin mengambil ide gambar sebuah lokasi terkenal di Yogyakarta, tapi pengetahuannya terbatas sehingga ia tidak memiliki cukup gambaran mengenai Yogyakarta, rasanya akan susah untuk menuangkannya ke dalam sebuah gambar.

4. Harus memiliki bakat menggambar, tentunya hal ini merupakan keharusan.

Pentingkah pendidikan formal untuk dapat menjadi seorang ilustrator? Jawabannya tidak, karena untuk menjadi seorang ilustrator, seseorang tidak selalu harus melalui pendidikan formal. Ilmu ini bisa didapat secara otodidak atau banyak membaca buku. Yang penting, kemampuan menggambar sudah dimiliki. Walau begitu, pendidikan formal dapat membantu seorang ilustrator untuk lebih profesional menerjuni profesinya. Kenapa? Karena di sini bisa didapatkan pemahaman mengenai pengetahuan desain grafis atau program-program komputer, yang merupakan modal dasar seorang calon ilustrator untuk bersaing di era globalisasi ini.

Bagaimana dengan pendapatan jamak seorang ilustrator? Tentunya gaji seorang ilustrator free lance dan ilustrator tetap yang bekerja di sebuah media tertentu bisa berbeda. Untuk ilustrator freelance, pendapatannya tergantung dari berapa banyak karya yang disetorkannya untuk media yang mengontaknya.

Sebagai perhitungan kasar, tarif bagi ilustrator freelance berdasarkan lembaran karya, yaitu Rp 50 ribu per lembar untuk lembaran black and white alias BW. Untuk ilustrasi bergambar, Rp 100 ribu per sampai dengan 150 ribu lembar bisa didapat.

Untuk seorang ilustrator pemula yang lebih memilih bekerja menetap di sebuah media tertentu, gaji sebesar Rp 800 ribu per bulan bukan tidak mungkin akan didapatkan.

Sumber gambar: www.cpd.mq.edu.au/ casual/fair.htm


Responses

  1. artikel bermanfaat, pras !


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: