Oleh: raditex | 10/11/2008

Copywriter


Jika bicara copywriter pasti yang teringat dalam pikiran adalah iklan-iklan dengan kalimat-kalimat yang unik dan mudah diingat. Siapa sih yang tidak pernah dengar kata “Let’s Make Things Better” nya Phillips, atau “Connecting People” nya Nokia. Tapi sebenarnya seperti apa sih pekerjaan seorang copywriter itu? Itulah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Kalau dalam artikel sebelumnya, pernah dibahas posisi copywriter juga, tetapi pada posisi copywriter tersebut cukup berbeda meski dengan nama posisi yang sama. Copywriter yang pernah dibahas tersebut adalah copywriter dalam hal pembuatan sebuah advertorial. Sedangkan yang lebih sering terpikir dalam benak kita adalah copywriter yang berhubungan dengan dunia periklanan atau advertising, inilah yang akan kita bahas dalam artikel berikut ini.

Jika membahas pekerjaan copywriter memang tak jauh dari tulisan yang dapat mengundang atau menceritakan, melukiskan sebuah produk dalam komposisi kalimat dan terdengar enak dan mudah diingat oleh konsumen. Sebenarnya copywriter diambil dari kata copy yang berarti tulisan dalam iklan. Ini bisa dilihat dalam print ad (iklan cetak), baik dalam headline (paragraf awal, atau kalimat utama), body line (paragraf lanjutan atau penjelasan lanjutan dari suatu produk/jasa) maupun tag line (slogan) yang biasa ada di dalam iklan yang ditayangkan di televisi.

Bagaimana proses kerjanya?
Pertama tentunya adalah apa yang diinginkan seorang klien dalam membuat promosi untuk produknya, baik berupa iklan cetak, televisi ataupun campaign. Ini yang akan “diterjemahkan” oleh seorang Account Executive/ Client Service dari klien tersebut.

Dari Client Service ini, ia harus mencari data sebanyak mungkin mengenai produk yang akan diiklankan tersebut sebelum diberikan pada sebuah tim yang terdiri dari Creative Director yang membawahi Art Director dan Copywriter.

Kemudian proses selanjutnya adalah Brainstorming, yaitu proses untuk mencari product knowledge dari produk/jasa yang akan diiklankan oleh suatu agency atau disebut juga sebagai proses mencari unique selling proposition. Dalam proses ini dicari pendeskripsian produk tersebut. dalam hal ini bentukan iklan dari bentuk print ad ataupun untuk televisi akan berbeda.

Tanggung jawab inti dari seorang copywriter adalah konsep ide dalam bentuk kalimat. Ini haru sejalan dengan pasangannya yaitu dengan seorang art director yang bertugas untuk membuat desain iklan. Termasuk di dalamnya adalah membuat headline, body copy atau tag line (untuk televisi).

Untuk suatu iklan yang akan ditayangkan di televisi adalah termasuk juga untuk voice over (apa yang dibicarakan atau yang dikatakan oleh seorang model/talent), membuat musik/jingle suatu iklan, terbatas untuk kata-katanya saja. Tanggung jawab lainnya tentunya sharing pekerjaan dengan art director. Sharing ini tak hanya masalah dan tanggung jawab penyelesaian pekerjaan saja, tetapi juga tanggung jawab jikalau mereka membuat kesalahan. Ini tentunya akan ada punishment tersendiri, misal ganti kerugian. Ini yang biasanya dibebankan dalam satu tim, meski demikian kesalahan ini jarang terjadi karena banyaknya penyaringan sebelum ‘jadi’ menjadi satu iklan.

Dalam tangga karir posisi ini ada hal yang juga diinginkan untuk diraih, seperti misalnya mendapatkan penghargaan atau award yang diselenggarakan setahun sekali misalnya Citra Adipariwara Award.

Yang penting dalam posisi ini selain daripada teori, juga diperlukan bakat. Karena bagaimanapun, seorang copywriter merupakan salah satu jenis pekerjaan yang membutuhkan kreatifitas seseorang yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Meski demikian, bagi Anda yang ingin meraih posisi ini, jangan berkecil hati terlebih dulu, karena bakat itu bisa dilatih dan dipoles.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah konsep apa yang akan disajikan dari suatu produk yang akan diiklankan. Dari konsep tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti berikut ini :

Target market; yaitu segmentasi yang dimaksud oleh suatu produk yang akan diiklankan. Kelompok mana yang akan menjadi target market suatu produk tersebut. Misal target marketnya adalah kelas menengah bawah, maka selera iklannya pun perlu disesuaikan dengan kelas yang akan dituju. Jangan sampai pesan yang ingin disampaikan tidak mengenai target marketnya. Ini yang perlu diperhatikan dan dipelajari terlebih dulu.

Kompetitor. Produk apa yang menjadi kompetitor dari produk yang akan diiklankan? Dari situ bisa dilihat apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari produk yang akan diiklankan dan produk kompetitornya. Anda juga bisa melihat seperti apa iklan terakhir dari kompetitor tersebut.

Product knowledge. Ini penting untuk diketahui, karena tanpa mengetahui produk yang akan diiklankan, bagaimana caranya Anda membujuk orang lain untuk membeli produk tersebut? Jadi Anda perlu mengetahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya, sehingga Anda tahu apa yang bisa Anda angkat menjadi suatu pesan yang akan ‘mengajak’ market untuk membeli produk yang dimaksud.

 

 

Sedangkan tangga karir seorang copywriter adalah sebagai berikut :

Junior copywriter

Copywriter

Senior Copywriter

Group Head

Assistant Creative Director

Creative Director

Executive Creative Director

 

Untuk latar belakang pendidikan, memang ada sedikit ‘pakem’ misalnya berlatarbelakang pendidikan dari advertising, atau komunikasi, tetapi ini tidak menjadi keharusan, karena sekali lagi, hal ini tergantung dari bakat dan kemampuan orang yang akan menjadi seorang copywriter.

Bagaimana, Anda tertarik untuk membuat jargon baru?

sumber gb : www.elizabethhanes.com


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: