Oleh: raditex | 26/12/2007

Grammar of The Edit


            Layaknya bahasa, tentu ada tata-bahasa. Video klip musik yang menggunakan bahasa visual juga memiliki tata bahasa dalam peyuntingannya.

  1. Motivasi

Pada film, gambar-gambar seperti jalanan kota, gunung, laut, awan, dan sebagainya sering kali ditampilkan sebelum gambar utama (subyek/obyek). Tujuan dimunculkan gambar-gambar tersebut adalah sebagai peggiring dan penjelas dari gambar selanjutnya. Selain bentuk gambar, motivasi dapat juga dimunculkan dalam bentuk audio, misalnya: suara telepon, langkah kaki, ketukan pintu, air dan sebagainya. Motivasi dapat juga berupa perpaduan gambar dan audio.

  1. Informasi

Pengertian informasi pada editing sebenarnya mengacu pada arti sebuah gambar. Gambar-gambar yang dipilih oleh seorang editor harus memberikan suatu maksud atau menginformasikan sesuatu. Each shot is information. Bagi editor, informasi merupakan basic yang harus dipegang.

  1. Komposisi

Salah satu aspek penting bagi editor adalah pemahaman tentang komposisi gambar yang bagus. Bagus disini artinya memnuhi standar yang sudah disepakati atau sesuai dengan cameraworks.

  1. Continuity

Salah satu syarat bagus tidaknya sebuah proses editing adalah terjaganya continuity. Continuity adalah sesuatu keadaan di mana terdaopt kesinambungan antara gambar satu dengan gambar sebelumnya. Sedangkan fungsi continuity sendiri untuk menghindari adanya jumping (adegan yang terasa meloncat), baik itu pada gambar atau audio. Jumping sangat berpengaruh pada nilai hasil editing khususnya pada emosi penonton.

  1. Titling

Semua huruf yang diperlukan untuk menambah  informasi gambar. Misalnya: main title/judul utama, sub title/nama pemeran dan tim kreatif.

  1. Sound

Media yang diedit berupa audio-visual, maka audio / sound merupakan elemen penting. Sound dalam editing dibagi menurut fungsinya sebagai berikut :

         Original sound

semua audio/suara asli subyek/objek yang diambil bersama dengan pengambilan gambar / visual, misalnya : suara actor, aktris ketika berdialog, mesin mobil, suara tembakan, mengetuk pintu, dering telpon dan sebagainya.

         Afmosfer

Semua suara latar / background yang ada disekitar subyek / objek, misalnya : suara angina berhembus, gemericik air, hiruk pikuk pasar / airport (tempat umum) dan sebagainya. Suara-suara ini apabila pada pengambilan langsung kurang / tidak mencukupi bisa ditambahkan pada saat editing.

         Sound Effect

Semua suara yang dihasilkan / ditambahkan ketika saat editing. Bias dari original sound maupun atmosfer, misalnya : suara teriakan, ledakan, gempa bumi, tabrakan mobil dan sebagainya.

         Music Ilustration

Semua jenis bunyi-bunyian / nada, baik itu secara akustik maupun elektrik yang dihasilkan untuk memberi ilustrasi / kesan kepada emosi / mood penonton, misalnya : gambar orang menangis sebaiknya diberi musik sendu / sedih.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: